Sabtu, 29 Januari 2011

Muse vs Iluminati part 2

Tentu para Muser tau kalo Muse dikenal sebagai live band yang punya ciri lebih mantap di panggung daripada di rekaman, tiap konsernya aja dah jaminan sold out. ane perhatiin live act mereka dari zaman absolution sampe the resistance, dan disitu ane nangkep kalo si matt bellamy suka ngasih Clue/ Kode2 tertentu ke penonton.kode2 yang berhubungan dengan keberadaan sebuah Organisasi Kuno yang mengatur dunia, nah tentu udah tau kan apa organisasi yang Ts maksud jadi ga perlu diulang.


1.Kode tulisan "Terror Storm" pada kaos Matt

ini adalah momen matt yg cukup terkenal, karena sempet masuk berita BBC. ceritanya waktu Muse konser di reading untuk promo album Blackholes & revelation, matt make kaos putih dengan coretan tangan di belakang bertuliskan "Terror Storm" ternyata setelah itu banyak fansnya yang penasaran sampe nge-Gugel "Terror Storm" dan alhasil keluarlah sebuah film dokumenter dengan judul yang sama.

apa agan2 tau film terror storm itu tentang apa? yup tentang konspirasi pemerintah Amerika dalam menciptakan Event 11 september untuk menginvasi Irak dan afghanistan. saking banyaknya orang yang nonton film itu gara2 kaosnya matt, matt sempet diundang interview sama sang pembuat film mr.Alex jones,

buat para konspirasi mania yg sering buka prisonplanet.com /infowar.com pasti dah kenal sama Alex jones yg vokal banget ngelawan pemerintah Amrik.

2.Makna Panggung 3 Pilar Muse

wat agan2 Muser yang ngikutin live act mereka di era The resistance, pasti tahu sama design panggung canggih berbentuk 3 pilar dengan layar digital yang bisa naik turun and muter. pertama ane kagum banget ngeliat ide panggung ini karena bisa nampilin efek visual yg sesuai dengan lagu dari 4 sisi, tapi ane ga berhenti untuk sekedar mengagumi aja, ane nyelidikin makna konsep dari 3 pilar ini, dan setelah bergugel ria ternyata ane nemuin ini...
3 pilar utama Freemasonry yakni TUSCAN, DORIC dan IONIC..yang melambangkan masing-masing Wisdom (kebijaksanaan), Strength (kekuatan) and Beauty (keindahan)
3.Konser Bernama HAARP

pada Tahun 2007 Muse mengadakan sebuah konser akbar sekaligus diberi kehormatan untuk memakai stadion Wembley yg baru direnovasi, nama konser tersebut ialah HAARP, mungkin agak terdengar aneh untuk sebuah nama konser, tapi disitulah letak kejeniusan Matt bellamy karena jika fansnya menggugel kata HAARP untuk mencari tahu tentang konser Muse tersebut maka mereka malah akan menemukan result lain yakni HAARP, yang merupakan singkatan dari "High Frequency Active Auroral Research Program." Sebuah alat pengubah cuaca. ini adalah nama proyek Pentagon senilai 30 juta dolar, Menara transmisi HAARP terletak terpencil di daerah Alaska, dan dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan energi yang sangat besar dan kemudian dipancarkan ke lapisan ionosfer.proyek serupa pernah dilakukan oleh Uni Soviet tapi kali ini dikembangkan secara serius dengan skala yang lebih besar oleh pemerintah amrik. konon proyek ini mampu menciptakan bencana alam sekelas gempa bumi, badai, tsunami dll.

Tema HAARP yang penuh Parabola pemancar raksasa dan penampakan The All seeing Eye bisa dilihat pada design dan setting panggungnya.

Rabu, 26 Januari 2011

Perbandingan antara video klip muse-"Hysteria"dengan Pink Floyd-"The Wall

Hmm… Siapa sih yang nggak tau sama Muse…??? Band asal rancah britania ini namanya sudah melejit seantero jagat raya. Nggak gaul banget kalau ada anak muda yang nggak tau siapa Muse itu. Dulu Muse pernah manggung di Indonesia berkat promotor musik Java Musikindo. Hmm… Oke deh, kali ini aku akan berbagi pengetahuan tentang Muse. Yang ini tentang video klipnya. Nggak tau entah kesasar di mana, aku nggak sengaja nemuin sesuatu yang berharga banget buat pengetahuan para Muser…!!! Ya udah deh, penasaran…???
Lanjutkan…!!!

Tau Hysteria nggak…???
Itu lho salah satu hits andalan dari Album Absolution (2003).
Nah, ternyata video itu terinspirasi oleh video klipnya orang lho…!!!
Nama bandnya “Pinkfloyd” dengan lagu “The Wall”…
Nah, aku sudah buat perbandingan cuplikan videonya.
First line : Pink Floyd – The Wall
Second line : Muse – Hysteria
Gambar: 1

Gambar: 2

Gambar: 3

Gambar: 4

Gambar: 5

Gambar: 6

Gambar: 7

Gambar: 8

Gambar: 9

Gambar: 10

Gambar: 11

Gambar: 12

Jumat, 21 Januari 2011

Konser Muse di Jakarta

Sejak sebulan sudah terdengar berita bahwa MUSE akan konser di Jakarta yaitu pada tanggal 23 Februari 2007. Awalnya konser ini akan diadakan di Hall A Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Namun karena suatu alasan, arena konser pindah menjadi Istora Senayan.
Saya yang ngefans berat dengan Muse dari lagu-lagunya yang superb hingga si vokalis Matt Bellamy, tentu sudah antisipasi sejak jauh-jauh. Mulai dari mengosongkan jadwal pada tanggal tersebut hingga rela tidak nonton ke bioskop (salah satu hobi saya) demi membeli tiket MUSE. Namun Dewi Fortuna sedang hinggap ke saya. Tiba-tiba boss mengatakan “Ntar kamu aja ya, yang ngeliput MUSE”. Aduh…alhamdulillah banget!!!! Berarti saya ngirit donk karena nggak perlu beli tiket MUSE ehehehe…
Seminggu ini saya terus menelpon pihak Java Musikindo untuk meminta ID Press supaya leluasa untuk meliput. Namun hingga hari yang ditunggu-tunggu, saya belum mendapatkan ID tersebut. Dengan modal nekat dan cari tahu, rekan kerja saya Pipit, menelpon Mas Munadi, photographer plus reporter yang cukup kondang diantara wartawan lainnya. Pipit diberitahu supaya datang aja ke Press Conference. Disana baru dikasih ID Press. Dengan modal nekat plus dadakan karena di kantor ga ada mobil, saya bertiga dengan Pipit dan Kiky melesat ke Hotel Mulia. Dengan menggunakan jasa tol (aiyaah…ini malah promosi tol :P ) akhirnya saya dan teman-teman sampai tepat pada waktunya. Sampai di Gerbera Room, Hotel Mulia, Jakarta Selatan, saya dan yang lainnya langsung mendaftar. Disana kita diberi goody bag yang berisi file dan korek dari LA L**** (sensor, karena ini adalah merk rokok), dan beberapa wartawan diberi 1 bungkus rokok (bah…saya ga perlu rokok. Saya perlunya MUSE!!).
Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya konferensi pers (konpers) dimulai. Diawali dengan keluarnya Mas Adrie and the gank yang menjelaskan mengenai konser ini serta menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan. Sesudah itu mas Adrie keluar, dan para wartawan diberi peringatan agar ketika konpers berlangsung tidak berdiri, tidak boleh menggunakan blits untuk mengambil foto dan lain-lain.
Akhirnya keluarlah yang ditunggu-tunggu oleh….ratusan pers yang notabene ternyata fans berat MUSE. Walau dilarang menggunakan flash kamera, tetap aja blits berkilat-kilat sepanjang mereka masuk ke ruangan, berjalan, berpose hingga duduk di kursi konpers. Ternyata Matt itu imut banget. Postur tubuhnya nggak tinggi-tinggi banget seperti standar bule. Begitu juga dengan Dom, posturnya nggak beda jauh dengan Matt. Tapi ternyata Chris itu lebih ganteng kalau dilihat langsung. Di fotonya beda banget. Tapi tentu saja, mereka ganteng-ganteng hehehehe….
Kemudian mbak Melanie Subono selaku moderator memperkenalkan MUSE dan menjelaskan bla bla bla (saya nggak inget). Tiba saatnya pada sesi pertanyan. Saya beberapa kali angkat tangan namun karena sialnya saya pendek, lewat terus. Sampai akhirnya saya meminta mic dan berdiri (karena saya ini cukup pendek). Wow…ketiga personel MUSE memandang saya. Sangking groginya, saya langsung nanya tanpa memperkenalkan diri. Saya menanyakan: 1] Kenapa mereka tetap mau datang ke Jakarta padahal ada berita bencana alam, apa ga takut tuh; 2] Apa atau siapa yang menginspirasi mereka dalam membuat album Black Hole and Revelations ini; dan terakhir; 3] Sehabis manggung kira-kira bakal ngancurin gitar nggak? (Note: pertanyaan diajukan dalam bahasa Inggris)
Pertanyaan ketiga itu disambut dengan tertawa oleh personel MUSE. Namun mereka berusaha menjawab pertanyaan pertama dahulu.
Q1. Dom: Awalnya kami juga ragu untuk datang, namun kami sudah diyakinkan Indonesia aman, maka kami memutuskan untuk tetap datang. Lagipula kami mendengar tiketnya sudah terjual, karena itu kami tidak ingin mengecewakan penggemar kami. Jadi kami harus tetap manggung. (jawaban disambut dengan tepuk tangan dan sorak-sorakan dari pers)
Q2. Matt: Beberapa lagu kami Assassins, Soldier’s Poems, Take A Bow, City of Delusion; lagu-lagu tersebut menceritakan tentang Inggris.
Q3. Matt: Terima kasih, tapi kami tidak akan menghancurkan gitar kami karena gitar-gitar tersebut sangat mahal (sambil tertawa dan disambut tertawa oleh pers lainnya).
Buat yang ingin melihat pertanyaan tersebut secara utuh dan dengan bahasa yang baik, bisa klik disini.
Sembari konpers, tangan saya tetap berjalan untuk merekam pembicaraan, memotret tiada henti hingga motret pakai kamera handphone (hehe…ajimumpung nih).
Setelah konpers selesai, semua personel MUSE meninggalkan ruangan. Aduh…cepat sekali. Saya masih belum puas nih. Sayangnya saya nggak bisa mendapatkan wawancara eksklusif. Hix…sedihnya nggak bisa wawancara. Padahal saya sudah menyiapkan pertanyaan. Tak apalah…saya harus bersyukur sudah bisa ketemu mereka.
Selesai konpers, saya dan rekan kerja saya pergi lunch ke Plaza Senayan. Sekalian nanti ke Istoranya jalan kaki aja. Ternyata wartawan yang tadi ikut konpers banyak yang pergi ke PS juga. Sesama wartawan kompak juga ya ehehehe…
Jam menunjukkan pukul lima. Saya memutuskan untuk berangkat ke Istora Senayan supaya nggak telat (padahal mulainya juga masih lama, jam 8). Sekedar antisipasi kali aja ramai atau apalah. Pokoknya untuk hal ini saya mau semuanya berjalan lancar.
Setiba disana, banyak orang mulai mengantri. Rekan kerja saya mulai memotret suasana-suasana di depan pintu. Sekitar pukul 18:30, saya memutuskan masuk ke dalam. Saya diberitahu, pers bebas mau berdiri di festival atau duduk. Untuk menghindari resiko terinjak dan terdorong, gue memilih duduk di tribun sebelah kanan. Dari situ terlihat panggung yang cukup sederhana, namun ada setting yang merupakan ciri khas MUSE apabila melakukan konser (yang bulat-bulat pake plastik). Kemudian ada barang gede (menurut gue itu adalah drum dan alat musik lainnya) yang ditutupi dengan kain hitam.
Pukul 20:00, belum terlihat tanda-tanda keberadaan MUSE. Namun kain hitam tersebut mulai dibuka dan terlihatlah 1 piano putih dan 1 set drum yang keren abis. Para penonton mulai memotret alat-alat tersebut (sebenarnya buat apa ya? Khan nggak ada orangnya?). Lalu keluar para crew dari MUSE. Entah kenapa para penonton pada menyoraki mereka tiap kali mereka melewati panggung atau melakukan check sound. Dasar indo, nggak bisa lihat bule dikit xD.
Akhirnya pada sekitar pukul 20:45, mulailah keluar si ganteng Matt, si imut Dom dan si kekar Chris. Mereka sempat menyapa dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata dan langsung memainkan lagu Knight of Cydonia. Wah…yang namanya kamera, handphone dan sejenisnya langsung nyala. Blits nggak henti-hentinya memotret mereka.
Selama konser saya tetap melaksanakan pekerjaan saya (memotret, menulis urutan lagu serta membuat laporan apa saja yang terjadi disana) untuk bahan tulisan saya nanti. Nggak lupa juga motret pakai hp, dan merekam untuk koleksi pribadi hehehe….
Berikut adalah Track List yang dimainkan Muse:
1. Knight of Cydonia
2. Hysteria
3. Supermassive Black Hole
4. Butterflies and Hurricane
5. Assassins
6. Citizen Erased
7. Hoodoo
8. Apocalypse Please
9. Feeling Good
10. Sunburn
11. Starlight
12. Plug In Baby
13. Time Is Running Out
14. Newborn
15. Map Of The Problematique
16. Stockholm Syndrome
17. Take A Bow
Setelah memainkan lagu Starlight, mereka meninggalkan panggung dan lighting panggung dimatikan. Para penonton kompak menyerukan “We want more”. Saya sih udah tahu pasti nanti balik lagi. Lampu Istora aja masih mati, kalau udah dinyalain semua berarti konser selesai. Tapi saya ikut-ikutan aja teriak “We Want More!!”
Tak lama kemudian mereka keluar lagi dan mulai menyanyikan lagu “Plug In Baby” dan langsung disambung dengan “Time Is Running Out”. Stamina mereka benar-benar luar biasa. Sampai akhirnya mereka menyanyikan lagu terakhir “Take A Bow.”
Konser MUSE benar-benar AMAZING!!! Nggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sebelum meninggalkan panggung, mereka mengatakan “We hope we’ll come back soon”. Duh…maunya juga mereka konser dua hari berturut-turut hehehe…
Yah…selesai sudah konser MUSE yang begitu…uuugghhh…sulit untuk diucapkan dengan kata-kata. Masih terasa aura-aura konser MUSE. Rasanya kayak mimpi bisa nonton MUSE. Biasanya saya cuma bisa nonton di TV dan lewat internet, sekarang bisa nonton konser dan tatap muka. Untuk souvenir, saya membeli topi yang waktu sore harganya 25ribu, sekarang turun jadi 20ribu (itu juga hasil nawar). Sayangnya kaos MUSE habis. Tapi kaosnya emang agak aneh sih. Ketahuan banget tempelannya. Ya sudahlah, topi aja juga cukup. Cuma saya nggak enak sama temen saya yang nitip kaos. Abis, khan ga mungkin saya liputan sambil menenteng-nenteng kaos. Aduh…sorry banget ya, Ta. Nanti kalo saya nemu yang lebih bagus, saya beliin deh.
Pas saya mau pulang, ada abang-abang jual boxer. Kata mereka, ini boxer yang sama dengan boxer yang dipake MUSE. Awalnya ga ngerti maksud abang itu. Besoknya saya dapat berita dari koran, katanya MUSE meminta 3 lusin boxer dari Indonesia (Busettt!!! Banyak banget yak? Bagi atu donk!! Bekasnya juga gapapa hehehe jijik banget xD).
Sekian pengalaman saya nonton MUSE. Semoga MUSE bakal menggelar konser lagi di Jakarta. I wish…
[Updated]
Buat yang mau lihat video konser Muse hasil shoot saya, bisa klik disini!

Muse vs Iluminati

Mata burung hantu diatas dominic. Burung hantu? Kenapa mesti burung hantu?





Karena burung hantu adalah simbol kebijaksanaan bagi kaum illuminati, dia bisa melihat dan mengawasi dalam gelap sementara kita tidak. Intinya gerak gerik kita akan selalu "dimonitor" oleh mereka.


Patung burung hantu raksasa, simbol pemujaan anggota Bohemian Grove



Simbol perkumpulan Bohemian Grove.
Anggota Bohemian Grove juga bukan sembarang orang. Mereka bisa dari kalangan pejabat militer, pebisnis kaya hingga presiden seperti Richard Nixon, Ronald Reagan, Bill Clinton, Bush


Kembali ke VC Muse. Perhatikan lagi screenshot dibawah ini.


Pria gendut dengan kostum burung hantu duduk diatas kursi singgasana.Sudah jelas bukan, melambangkan apa adegan ini?

Wanita bermata satu membaca buku dan diatasnya ada ornamen matahari.


Mata satu adalah simbol eye of the providence/mata sang arsitek, dan matahari diatas adalah simbol pencerahan bagi kaum iiluminati. Membaca buku melambangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang cerdas dan jenius.



Fox Channel




Stasiun TV Fox adalah stasiun tv milik illuminati yang memperdaya rakyat amerika dengan filterisasi informasi, pembentukan opini dan persepsi publik. Sama seperti stasiun TV kita yang suka sekali mengangkat tema terorisme.

Next, Video Klip 'Invincible'

The eye of horus


Horus dewa mesir = simbol illuminati



Muse masuk gerbang dengan simbol Illuminati. Buat anda yang pernah nonton video klipnya pasti mengerti maksudnya mulai dari zaman piramid mesir, tentara romawi, perang dunia, sampai serangan 11 september ada campur tangan "mereka".

Pesan tersembunyi di Cover album Blackhole and Revelations



Ada 4 orang botak berkumpul dan 4 kuda kecil di meja = 4 Horsemen of the Apocalypse.

Ada sesuatu tema yang aneh di tiap album dan lirik Muse. Sepertiada semacam pesan yang dienkripsi dan bisa dipersepsikan berbeda-beda tergantung dari pemahaman kita sendiri.

Tema di album OOS = anti Christ, futurisme, luar angkasa
Tema di album Absolution = anti religion, kiamat, perang irak, illuminati
Tema di Blackhole and Revelation = anti religion, anti NWO, anti perang irak, konspirasi11 september, illuminati
Tema di album Resistance = anti NWO, perlawanan pada Big Brother

1.Interview dengan Matt tentang makna lagu Deadstar di album Hullabaloo (sumber: musewiki.org)

Wartawan : Tell us about the new single dead star, was it inspired by space?
Matt : No, yes, kind of. Let me think, I sort of got into that kind of thing, looking into space and all that - bit embarrassing, really. I'm a bit of a Star Trek fan in secret, but don't tell anyone (laughs). The song is about, let me think, it kind of how everyone reacted to the 11 september thing. We were in Boston at the time, we got stuck there, and that's when we recorded those songs. So, in some ways, the lyrics are a little bit about the hysteria around that time and how people were really quick to point fingers at everyone else when they should have pointed fingers at themselves.

intinya pas kejadian 11 september Matt bilang begitu cepatnya media Amerika menunjuk jari / ke osama bin laden dan dunia islam sebagai teroris tanpa mau mengintrospeksi diri, apa yang telah Amerika perbuat di kawasan timur tengah dan seluruh dunia.

2.Tema illuminati pada album Absolution ada dilagu “Rules by Secrecy” lagu ini terinspirasi dari buku tentang gerakan freemason dan illuminati karya Jimm Marrs dengan judul yang sama.



pada lirik lagu ini ada kalimat “You’re working so hard but you’ll never in charge (kau bekerja begitu keras tapi kau tak pernah ada diatas/memimpin = strata piramid), your death creates success rebuild and suppress ("kematianmu menciptakan kesuksesan, membangun kembali dan menekan” = 3000 nyawa di WTC menghasilkan limpahan minyak dan ladang opium bernilai jutaan dolar di Irak dan Afghanistan, dan pemerintahan boneka pun dibangun kembali oleh Amerika di 2 negeri yang kacau balau itu)

3.Di lagu Supermassive Blackhole, lirik : “I thought I was a fool for no-one
Oh baby I'm a fool for you, you’re the Queen of the superficial how long before you tell the truth” (merasa tertipu oleh propaganda Amerika tentang “perang melawan terrorisme” dan meminta kebenaran)

“Glacier melting in the dead of night and the superstar sucked in to the supermassive”
(superstar = sang adi daya Amerika)

4.Tema illuminati di album Blackholes and Revelation ada di lagu City of Delusion, perhatiin lirik “ Can I believe when I don’t trust all your theories turn to dust
(teori versi pemerintah Amerika tentang runtuhnya gedung kembar adalah karena bahan bakar jet yang melumerkan fondasi gedung? Bullsh*t teori yang lemah secara ilmiah), I choose to hide from the ALL SEEING EYE….(bingo!)

5.Pada album Resistance, di lirik lagu Uprising sudah jelas-jelas disitu Muse mengajak perlawanan ke Big Brother

“rise up and take the power back its time for the fat cats had a heart attack you know that they’re time coming to an end, we have to unify watch our flag ascend”. (fat cats= Banker)

(chorus)
They will not Force Us
They will stop Degrading us
They will not Control Us
We will be Victorious

Matt di video klip Uprising, menghancurkan Televisi, menunjukkan ketidakpercayaanya pada tayangan Media yang menyesatkan publik. (keren)



Ini dominic dengan kaos piramid illuminati terbalik, simbol perlawanan strata bawah yang selalu ditindas strata atas, disini maksud “memperlihatkan” bukan berarti “mendukung” lho, justru orang-orang yang tadinya ga sadar malah jadi sadar kalo “mereka” itu beneran ada dan nyata.



Kaos ini dipake juga di video klip Undisclosed Desire



Ini Matthew lagi berpose dengan aktivis anti perang irak di depan gedung putih (peace sign, no more war!)



Sepertinya Matt -sang penulis lagu- yang memang memliki rasa tertarik yang amat dalam pada teori konspirasi menumpahkan semua rasa penasarannya (atau mungkin peringatan?) dalam karya-karya Muse. Namun sebagai penggemar Muse, saya merasa bangga karena band kesukaan saya tidak sekedar genjrang-genjreng, tapi mengajak kita membuka mata bahwa ada suatu konspirasi tersembunyi di dunia ini..